[aioseo_breadcrumbs]

Love the Sinner – by Hating His Sin

23 December 2021 Oleh : yahushai
Artikel-PA-KMK-USU-Love-the-Sinner-by-Hating-His-Sin

Dalam pemahaman kita sehari-hari dosa merupakan pelanggaran terhadap perintah Tuhan dan boleh juga diartikan sebagai tindakan yang menyimpang dari kehendak Tuhan baik melalui pikiran, perkataan dan  perbuatan. Berbicara tentang orang yang belum menerima Yesus sebagai Juruselamat pasti masih berada dalam keberdosaan, dalam hal ini dikatakan sebagai orang Durhaka yang bermakna miskin rasa hormat kepada Allah.

Dalam bahasa Yunani berdosa bagi orang yang belum menerima Yesus secara pribadi disebutkan dalam istilah Hamartia yang berarti :

  1. Meleset, luput tidak kena sasaran, dalam hal ini makna penciptaan manusia yang tidak sesuai target dalam melakukan hukum Tuhan Allah.
  2. Tidak sampai kepada sasaran, dimana melakukan hukum Allah tidak totalitas 100%, sebagai contoh : jujur, dalam kehidupan dimana sekali saja kita berlaku tidak jujur maka kita disebut tidak sempurna selalu jujur, padahal Allah meminta kita ‘hendaklah engkau sempurna seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna’. Kondisi ini menyatakan bahwa jika kita mengerjakan hukum taurat namun jika ada yang terluput itu juga berdosa, kita pernah sabar namun tidak selalu sabar.

Dalam Roma 3:23 semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemualiaan Allah,

Fakta lain yang bisa kita kutip dari Perjanjian Lama, Yesaya 59 : 1-2 :

  1. Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar ;
  2. Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan keluargamu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Dosa menjadi momok yang menghalangi kita untuk menikmati hadirat Tuhan

Nyanyian buku Ende HKBP  No 64:2
Aut alusanku Debatangku, ra tung maila au disi, marningot salpu ni rohangku ro disude ulaonki, Ai dosa do binaen ni tangan gok dosa nang rohangku pe nang pat nang mata nang pamangan Luhut marsala do hape. Diterjemahkan dalam Buku Nyanyian HKBP No 64 : 2  “Ku tak ‘kan mampu memberikan Tanggung-jawabku pada-Mu, mengingat semua pelanggaran terhadap hukum tauratMu, Tanganku melakukan dosa, jiwa,hatiku tercela. Dan kaki, mata serta lidah, berbuat dosa semuanya.

Lagu ini adalah lagu yang sangat populer pada saat malam pergantian tahun, ada rasa mengharapkan pengampuan Tuhan akan dosa-dosa kita disaat melangkahkan kaki menyambut tahun yang baru.

Beberapa kutipan dari Firman Tuhan dan buku nyanyian diatas memberikan gambaran bagi kita umat manusia yang hidup dalam dosa.  Ada banyak hal yang menyampaikan bahwa kita umat berdosa  berada dalam jurang kematian kekal (Roma 6 :23).

Jika tidak ada satu manusia-pun yang terlepas dari dosa, siapakah yang menjadi layak untuk menyombongkan diri?

Keberdosaan ini menyebabkan hubungan kita retak dengan Tuhan, dengan kekuatan kita sebagai sesama manusia berdosa tidak akan mungkin bisa memulihkanya. Roma 5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Namun Alllah dengan kasihNya harus mengorbankan Anak-Nya Yesus Kristus disalibkan, mati dan dikuburkan untuk membayar hutang Dosa.

Kuasa Dosa telah dikalahkan-Nya hanya dengan sekali pengorbanan Kristus dengan kematian Yesus.

Perlu kita sadari bahwa jikalaupun orang berdosa sudah berhenti berdosa maka hutang dosa itu TIDAK-lah otomatis terbayar lunas, sama seperti orang yang rutin meminjam uang dari kita setiap bulannya hingga akhirnya kita bersikap marah,  lalu dengan seenaknya dia menyampaikan permohonan maaf dan tidak akan meminjam lagi, apakah hutangnya menjadi lunas ketika dia berhenti meminjam ? Tentu tidak, dia harus mencari jalan keluar atau ada sesuatu yang dia harus korbankan demi membayar hutangnya. Analogi ini menyampaikan kalau kita sudah banyak berhutang dosa,

apakah kalau kita berhenti berdosa maka hutang dosa kita menjadi lunas ?

Tentu tidak, Pengorbanan Yesus lewat darah yang tertumpah itulah yang menjadi pengorbanan akan segala hutang Dosa kita. Dosa orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat telah dibayar lunas, tanpa Iman kita tidak akan mungkin diselamatkan. Efesus 2;8-9 “sebab karena KASIH KARUNIA kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu,tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Dan dalam Yohanes 3 :16  Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Love the Sinner tentunya sudah pasti bagi anak-anak Tuhan yang sudah menikmati akan makna Kasih pengampunan yang telah Yesus lakukan baginya. Sebelumnya kita menyinggung bahwa semua orang adalah orang berdosa yang membutuhkan pengorbanan untuk membayar hutang dosanya. Ketika kita menang akan kuasa dosa dan diperdamaikan dengan Allah maka semestinya kita harus memiliki tanggung jawab besar agar semua manusia berdosa bisa terlepas dari belenggu dosa yang membebaninya.

Anak – anak Tuhan apakah masih jatuh kedalam dosa ?

Matius 26 :41 “Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan : Roh memang penurut tetapi daging lemah.” Dalam Nats Firman Tuhan ini jelas bahwa setiap saat Pencobaan dari si Iblis pasti berusaha membuat kita jatuh kedalam dosa, itu sebabnya ada perintah “berjaga-jagalah”. Ada istilah orang batak “risi-risi hata ni jolma, lambok-lambok hata ni begu“ yang atinya perkataan manusia bisa kita kenali tetapi kelembutan yang ditawarkan iblis biasanya membuat kita tidak sadar dan jatuh kejurang dosa.

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak Tuhan yang merasa lebih rohani sering sekali datang laksana seorang hakim yang lengkap membawa palu dengan jubah kebesarannya. Setiap melihat ketidaksesuaian dalam pemikirannya tentang seseorang yang melakukan dosa maka kita  sangat mudah untuk menghakimi dengan menjauhinya, membatasi pergaulan, mengucilkan dan sikap lainya. Teman yang sedang mengharapkan uluran tangan anak-anak Tuhan untuk menolongnya keluar dari beban dosanya justru semakin terpuruk. Bukankah akan lebih berbeda jika kita datang sebagai sahabat yang ber-empaty untuk memberikan semangat dan mendoakan mereka. LOVE THE SINNER-BY HATING HIS SIN makna dari judul artikel ini sangat menarik

bagaimana kita-anak-anak Tuhan mencintai orang-orang berdosa namun tentu membenci dosanya, bukan justru membenci mereka yang jatuh ke dalam dosa. Mari kita bertolong-tolongan yang kuat menanggung yang lemah didalam Yesus Tuhan.

 

Perlu kita pahami bahwa Kasih Allah berbarengan juga dengan KeadilanNya, oleh karena kebesaran Kasihnya tidak membuat kita luput dari keadilan-Nya, demikian juga Keadilan-Nya tidak mengurangi KasihNya.

Tuhan Allah yang kita sembah menjadikan Kasih dan Keadilan seperti sepasang sayap burung yang tidak dapat terpisahkan dalam artian Kasih dan Keadilan sejalan, Jadi orang yang berdosa pasti menerima hukuman dari Allah. Sehingga kita sebagai manusia yang dulunya berada dalam jurang maut akibat keberdosaan, tidak perlu menambah vonis kepada anak-anak Tuhan yang sedang jatuh ke dalam dosa. Sebagai sahabat mari kita mengasihinya agar menang melawan dosanya. (Nahum 1:3a Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan  dari hukuman orang yang bersalah)

Bagaimana caranya berjaga – jaga agar tidak jatuh kedalam dosa,

mari kita pastikan bahwa kita memiliki Hubungan Pribadi Dengan Tuhan yang terpelihara dengan baik sehingga kita memiliki kekuatan (Kuasa Allah) dalam melawan kuasa si Iblis.

Ibarat Handphone saat ini harus selalu memiliki Connecting ke jaringan dan paket Data agar tetap berfungi dengan baik, karena sia-sialah  gadget dengan merek apapun dan secanggih apapun jika tidak ada connection/jaringan dan paket data maka tidak akan memiliki arti apa-apa. Kita diluar Tuhan juga tidak akan mampu berbuat apa-apa seperti yang disampaikan di perumpamaan tentang Pokok Anggur, bahwa Tuhan adalah Pokok Anggur dan kitalah rating-rantingnya.

Seorang sahabat saya pernah menceritakan kehidupan kerohaniaan keluarganya dimana mereka sampai kepada suatu titik kesimpulan mengatakan bahwa ketika merencanakan dan menjalani hari-hari tanpa diawali saat teduh dan doa penyerahan diri secara total akan pimpinan Tuhan maka akan menentukan suasana hati dalam menjalani hari baru tersebut. Dia mengibaratkan, sekumpulan  pemain orchestra yang handal : pemilihan nada dasar akan menjadi poin penting dalam menikmati permainan musiknya walaupun dengan berbagai macam jenis musik maka akan tercipta keharmonisan. Demikian juga dengan kehidupan kita sepanjang hari dimana akan banyak tantangan, bertemu dengan banyak orang yang tentunya tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan tentu hal ini dapat membuat kita jatuh kedalam dosa, baik karena keberadaan sikap hati kita, pikiran atau tingkah laku kita. Dalam pengertian sederhana, kita bisa hadir sebagai orang yang membawa damai dan sukacita ditentukan oleh bagaimana relasi yang baik dengan Tuhan Allah sang pencipta dalam memulai hari.

Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah dimerdekakan oleh kematian Yesus, mari bangkit bersama, menguatkan bersama dan berjuang untuk saling mengasihi. Jika ada saudara yang sedang jatuh, rangkullah dia. Jangan mempermalukannya karena kita yakin dia pun tidak mengingini kejatuhannya.

Saudara-saudari, kita yang dahulu dibina di Pelayanan Mahasiswa pasti sudah merasakan indahnya kebersamaan dalam perjalanan terang kasih Tuhan. Alumni sudah sangat banyak, tetapi yang tetap bertahan dan mau tetap setia dalam pelayanannya bisa jadi jumlahnya hanya 10%. Jika memungkinkan melakukan penelitian sederhana kenapa hal ini bisa terjadi? Pasti ada faktor dimana tidak ada seorangpun teman yang menopangnya saat dia jatuh, alih-alih mendapat penguatan kasih dari sesamanya  ia justru dihakimi sebagai orang yang tidak setia.

 

Sumber : https://www.pakmkusu.org/artikel/love-the-sinner-by-hating-his-sin/

Chat Admin